Menu Close

Kolagit Dan Hilangnya Momentum Pengobatan

kolagit

“Produk yang akan saya buat tahun ini berasal dari limbah organik, pertama adalah antiseptik dari, obat penurun panas/demam yang kian efektif dari paracetamol & obat anti alergi pada bentuk salep, ” terbuka Gita. Namun, Gita menyembulkan belum tertarik dengan opsi kerjasama tersebut.

Beralih ke aplikasi Priceza dan nikmati cepatnya mencari harga dan produk. Kira pasien yang kolagit memiliki keterbatasan fisik, tambah Gita, ia juga bersedia datang apabila dipanggil.

Sudah biasa jadi cita-cita saya menyubsidi orang banyak melalui faktor pengobatan. Pengen jadi orang-orang kaya biar lebih penuh lagi menolong orangnya, ” ujar Gita sambil tertawa renyah saat ditemui pada sela-sela kesibukannya kuliah pada Fakultas Farmasi USU, Senin (13/10). Kolagit, serbuk cokelat tua, berasal dari tebu yang diolah menjadi motivasi tubuh memproduksi hormon insulin.

Sebab perempuan berjilbab tersebut juga memiliki prinsip mampu bermanfaat bagi semua orang-orang. Ke depan, Gita bakal meluncurkan satu produk tengah dimana kali ini berawal dari limbah organik. Sampah tersebut akan diubah sebagai obat, satu diantaranya sebagai antiseptik.

Enyah dari gagasan bahwa penuh penyakit bisa diatasi beserta mencari penawar dari racunnya sendiri, seperti penyakit polio yang menggunakan vaksin polio, Gita mulai meneliti tumbuhan tebu. Bagi Gita, mendirikan Kolagit ini tidak semata-mata hanya untuk mendapatkan pelajaran.

kolagit

“Sudah tidak jarang penderita yang saya datangi tepat ke rumahnya. Mereka mengambil saya yang ke kian karena mungkin pasiennya punya keterbatasan fisik mungkin sudah biasa tidak bisa lagi diboyong jalan. Dalam seminggu, Kolagit Gita bisa keluar terlintas 200 bungkus. Meskipun sangat, bagi pasiennya yang redup mampu Gita tidak tahu mempersulit. Karena tujuan yang utama saya menolong, bukan guna komersial, ” ujar bani dari pasangan Bisman Nasution SH dan Dra Lismawarti ini.

Ia sempat kewalahan untuk memenuhi permintaan dibanding masyarakat. Namun, lagi-lagi ia tidak mau mengeluh walakin beberapa kali terpaksa mesti absen kuliah. “Sempat agaknya kewalahan, tapi karena benar-benar sudah hobi dan gelisah saya senang saja jalaninya. Kuliah juga kadang terhambat, tapi alhamdulilah saya mampu ngikuti ketinggalan dan gak berpengaruh sama nilai, ” ujar Gita sembari menyiarkan produknya sudah memiliki Sidik Paten. Tunggu dulu, reformasi Gita bukan mengarah di yang tak baik diantaranya dunia malam dan lain-lain. Dia berubah karena ruang yang dimilikinya kini tambah terbatas. Waktunya sebatas guna kuliah, menerima konsultasi dibanding pasien, dan membuat Kolagit bersama 10 pekerja nun sudah dianggapnya keluarga.

“Kami membuat obat serasi pemesanan, customize sesuai klasifikasinya. Jadi saya harus mengetahui dulu keluhannya apa, kondisinya bagaimana, dari situ aku tentukan racikan herbal nun tepat, ” ungkap kenya kelahiran 2 Juli 1994 itu. “Kalau kita mempunyai kemauan kita bisa pelajari soal racik meracik obat meski saya belum penggemblengan di bidang farmasi ketika itu, ” ujarnya.